Sembilan Kiat Sukses Relawan Sedekah

Kiat Sukses Relawan Sedekah

Oleh: Kang Puji Hartono

(ditulis ulang dengan penyuntingan seperlunya oleh Muhammad Luthfi H)

Disampaikan dalam : Seminar dan Training “Relawan Senang Sedekah”, 31 Desember 2016 @hotel Musafira Jogja

      Perkenalan, Kang Puji berasal dari keluarga petani yang tinggal di Lampung Selatan. Ketika SMA aktif dalam berkegiatan OSIS. Kelas 1 SMA menjadi wakil ketua OSIS, kelas 2 Ketua OSIS, dan kelas 3 tetap aktif membina adik-adik OSIS. Selepas SMA, Kang Puji tidak kuliah lagi karena ayahnya tidak mengizinkan (alasan biaya). Akhirnya untuk berpenghasilan, Kang Puji menjadi kernet angkot di kotanya.

      Suatu saat, Kang Puji mengalami titik balik yang sangat penting dalam hidupnya, yaitu ia bisa meninggalkan pekerjaannya sebagai kernet angkot dan kuliah di Jogja. Sepele kelihatannya, tetapi peristiwa inilah yang membuatnya berhenti meniti karir dalam dunia jasa angkutan darat dan memenuhi takdirnya sebagai seorang mujahid dakwah.

      Titik balik itu dimulai pada suatu hari ketika ada seorang gadis cantik naik angkot yang digawangi oleh Kang Puji, Dahnila namanya. Remaja berparas elok ini ternyata dulu pernah ditaksirnya ketika SMA. “Ini Mas Puji yang dulu ketua OSIS di SMA kan?” tanya Dahnila. Kang Puji yang tengsin, diam saja dan mencoba menutupi wajahnya agar tak dikenali. Gensi dong, ketua OSIS jadi kernet angkot, di depan gadis pujaan hati lagi.

    “Benar kan ini mas Puji ketua OSIS itu?” berulang pertanyaan itu dilontarkan pada Kang Puji, yang berkali-kali pula menyembunyikan wajahnya dibalik topi. Merasa kewalahan dicecar pertanyaan, Kang Puji akhirnya menyerah. “Iya, saya ketua OSIS yang dulu itu.” ujarnya kalem. Pertanyaan yang semakin menghancurleburkan ketahanan mental kang Puji adalah “ Kuliah di mana sekarang Mas?”. Bagai disambar petir di kolong langit, kang Puji berserapah dalam hati “ Sudah tahu kernet agkot kok malah ditanya kuliah di mana!”. Tak tahan dengan pertanyaan berulang-ulang itu, kang Puji nyeletuk “ Kuliah di JOGJA!” (puas, puas, puas? Sobheksobhek; maaf ini versi Thukul ).

      Jawaban ngawur versi kepepet itulah yang membawa kang Puji berkelana ke Jakarta, Jawa Timur, sampai akhirnya ke Jogjakarta bermodal uang hasil penjualan 2 ekor kerbau bapaknya. Bantingan kerasnya kehidupan membuat mental kang Puji makin terasah. Pernah di D.O dari Gontor gara-gara tidak bisa bayar sekolah, disemprot ustadz pesantren, sampai menjadi marbot masjid selama 10 tahun adalah pengalaman hidup yang mengkohkan jiwanya.

      Kini, Kang Puji menjadi pengasuh Pesantren Masyarakat Jogja (PMJ) dengan ribuan santri, pembicara di sejumlah seminar dan pelatihan korporasi, penggerak berbagai komunitas dakwah di Indonesia, dan mengelola perusahaan beromset 7 Miliar rupiah per bulan. Da’i yang bersedekah sejuta sehari ini juga menjadi penasihat bagi sejumlah gerakan sedekah komunal seperti Laskar Sedekah, Sedekah Merem, Sedekah Rombongan, Senang Sedekah dan masih banyak lagi.

      Menyinggung sedikit pada materi, bagi kang Puji, relawan sedekah itu artinya adalah orang-orang yang fokus mengurusi (membantu) orang lain. Biarkan nanti Alloh lah yang akan mengurusi (membantu) relawan, karena mereka sudah menjadi wakil-Nya di muka bumi. Contoh fokus misalnya menggalang sedekah untuk fokus menggaji guru-guru TPQ (Taman Pendidikan Al Quran), fokus di bidang itu dulu saja. Hasil akan lebih tampak ketika fokus. Terbukti, TPQ yang guru-gurunya digaji biasanya maju, karena gurunya juga akan bersemangat megajar dan memberikan yang terbaik.

      Karena relawan adalah orang-orang yang sukarela untuk membantu orang lain, maka kang Puji juga ingin membantu relawan dengan ilmu dan kiat-kiat jitunya. Untuk menjadi seorang relawan yang tangguh, berikut 9 Kunci Sukses Relawan Sedekah versi Kang Puji:

 

  1. Hidup hanya untuk menunggu waktu sholat dan disholatkan

      Relawan itu hendaknya “senang dan takut” pada panggilan sholat. Senang karena merasa dipanggil oleh Alloh dan segera melaksanakan sholat, tetapi juga takut jika tidak bisa melaksanakan sholat berjamaah (di masjid: bagi laki-laki). Kang Puji pernah sedih sekali ketika ketinggalan sholat jamaah di masjid. Sampai-sampai ia diam menunggu sampai ada orang yang datang ke masjid untuk mau berjamaah bersamanya.

      Sholat itu kekuatan dan bekal orang mukmin. So, siapkan bekal kita sebaik-baiknya untuk tempat yang pasti kita tinggali, yaitu akhirat.  Kalau rumah, harta, istri, perusahaan adalah hal-hal yang pasti kita tinggalkan. Oleh karena itu, masalah terbesar kita di dunia adalah mati tidak masuk surga. Iman itu fi’il amr (kata kerja perintah), yaitu untuk mengerjakan takbir, ruku’, dan sujud. Mari tegakkan selalu sholat (berjamaah).

  1. Selalu berwudhu (Menjaga Wudhu)

      Relawan itu hendaknya menjaga wudhu, in syaa Allah orang yang menjaga wudhu matinya syahid. Karena orang yang menjaga wudhu perilakunya akan terjaga dan dijaga Alloh. Bahkan sampai urusan kentut sekalipun, akan terjaga ketika orang itu menjaga wudhu.

  1. Kebiasaannya adalah sholat Dhuha

      Sholat Dhuha itu luar biasa, waktu yang terbaiknya adalah jam 09.00 ketika matahari sudah naik agak tinggi (sepenggalah). Karena jam-jam tersebut adalah waktu puncak kesibukan manusia untuk mengejar dunianya. Jika relawan memanfaatkan waktu tersibuk duniawi itu untuk beribadah pada Alloh dari dua sampai dua belas rakaat sholat Dhuha, maka Alloh akan jamin rezekinya bahkan dibangunkan rumah di surga.   Hayati pula do’a sholat dhuha, salah satunya adalah permohonan pada Alloh agar dibersihkan dari harta haram. Karena harta haram yang berubah menjadi daging tubuh akan menjadikan diri, anak, dan keluarganya malas beribadah plus senang bermaksiat.

      Perkara harta haram ini juga harus diwaspadai relawan. Kelak, ketika sudah semakin besar lembaga sedekahnya, ujian dari Alloh juga akan makin besar. Akan ada dana dalam jumlah besar di rekening atau kas kita, yaitu harta amanah dari para donator dan aghniya’. Di sinilah ujiannya. Satu hal yang harus diingat, uang itu bukan milik kita berapapun yang tertera. Tenang saja, jika kita mengurus hak makhlluk Alloh, Alloh juga akan mengurus kita.

  1. Sholat Tahajjud

      Sholat tahajjud in syaa Alloh akan membuat hati tenteram. Sudah disebutkan dalam Al Quran surat Al Isra: 79 “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”  Kiat agar tahajud dapat dilakukan adalah dengan tidur lebih awal dan menjelang tidur makan buah-buahan (agar tidak terlalu kenyang), plus minum VO2 (minuman yang dibacakan Al Quran).

      Wudhu juga sebaiknya yang bagus (menyempurnakan wudhu) agar sholat bisa khusyu’, contohnya dengan mengusap dan menggosok anggota tubuh wudhu secara sungguh-sungguh. Atau lebih baik lagi mandi sebelum tahajjud.

  1. Sedekah sebelum jam 9 pagi

      Sedekah di awal pagi itu didoakan malaikat agar rezekinya berlimpah. Sebaliknya, barangsiapa pagi-pagi bakhil bersedekah, maka rezekinya sulit. Sedekah itu urusan mental, bukan masalah miskin atau kaya. Oleh karena itu, Alloh tetap perintahkan kita untuk bersedekah baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Firman Alloh dalam QS Ali ‘Imran: 134 “…(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

      Sedekah akan mengantarkan ke surge, karena jika andai mayit boleh kembali ke dunia ia kan memilih sedekah daripada ibadah lain seperti sholat, puasa, atau haji. Sedekah juga dapat sebagai alat berobat (pengobatan). Obati penyakitmu dengan sedekah.

      Agar bisa sedekah tiap hari sekaligus mendidik keluarga, dapat dibuat kotak khusus di rumah sehingga anak-anak atau anggota keluarga dapat bersedekah meskipun dengan nominal kecil sekalipun. Setelah nanti terkumpul banyak, bisa disetorkan ke kas Senang Sedekah.

  1. Baik dengan keluarga

      Firman Alloh dalam Al Israa: 7 Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…” Sebagai ilustrasi bagi ayat tersebut kang Puji menceritakan kisahnya ketika ponsel mahalnya tertinggal di dalam taksi. Sopir taksi mengembalikan ponsel tersebut tanpa minta imbalan, bahkan ia  berkata “ Kalau saya mau uang, tentu saya sudah jual HP itu.” Suatu saat pada kondisi sama kang Puji menemukan hal yang sama ketika ia mengembalikan barang milik orang lain yang tertinggal.

      Berkaitan dengan keluarga, anak dan istri harus diedukasi untuk memahami bahwa relawan itu membawa amanah dari orang lain. Tetaplah berbuat baik pada istri, caranya dengan memberikan kata-kata indah pada istri sebelum ia bangun tidur atau sebelum tidur. Bercanda pulalah dengan istri seperti halnya Rasulullah Muhammad shollu alaih wa ‘alaa aliihi wassalam mencandai istri-istrinya, agar tercipta suasana mesra dalam rumah tangga.

  1. Maafkan semua orang yang telah menyakiti kita (utamanya mukmin)

      Walaupun kita tidak suci (memiliki banyak dosa dan kesalahan), tetapi jika kita senang memaafkan, hati akan lebih tenang. Kang Puji menyontohkan bahwa ia memaafkan temannya yang ternyata menjelek-jelekkannya di belakang Kang Puji, padahal teman itu dipercayainya. Perhatikan juga akhlak hati, jauhi iri dan dengki. Iri dan dengki akan menjauhkan rezeki. Orang yang hasad dan iri, tidak akan pernah mensyukuri nikmat sebanyak apapun itu, karena apa saja yang dimilikinya tidak ada rasanya.

  1. Pikirkan dan bantu orang lain

      Resapi kalimat “Karena saya tidak punya uang, maka kita edukasi orang lain agar senang sedekah.” Inilah yang dilakukan oleh relawan. Jika kita memikirkan (kebaikan bagi) orang lain, insyaa Allah kita akan sehat. Begitu kita memikirkan diri sendiri, malah akan banyak sakitnya. Kang Puji menyontohkan kisah seorang ibu yang menyelamatkan bayinya dalam sebuah kebakaran. Dalam kondisi luka-luka sang ibu tidak merasakan sakit kaena yang dipikirkannya hanya keselamatan bayinya. Barulah ketika sang bayi diselamatkan medis dan ia memikirkan dirinya sendiri, terasa sakit pada tubuh si ibu. Demikian Kiat Sukses Relawan Sedekah ke delapan

  1. Alhamdulillah

Ya Alloh saya sehat

Ya Alloh saya jujur

Ya Alloh saya kaya

Ya Alloh saya cerdas

Sehari ucapkan 400 kali selama 3 bulan

Ya Alloh saya jaya

Ya Alloh saya baik

Ya Alloh saya makmur

Ya Alloh saya sukses dunia akhirat

Ya Alloh saya senang sedekah

Alhamdulillah

Ditulis sebelum tidur. Atau ditulis jelang tidur, bangun tidur dan jelang jam 9 pagi.

Nasihat tambahan dari Kang Puji:

  • Keberhasilan pendidikan orang tua pada anaknya adalah ketika anak-anak dapat mengenal siapa Penciptanya
  • Bersyukurlah, karena bersyukur itu artinya pandai memanfaatkan karunia Illahi sesuai dengan syariat (petunjuknya)
  • Qona’ah juga merupakan salah satu bentuk rezeki.
  • Pengusaha awal jangan sekali-kali hutang ke Bank (atau lembaga ribawi lainnya), lebih baik jualan barang milik teman yang bisa dikembalikan kalau tidak laku.
  • Afdhalul Zikri Laa ilaa ha illallaah, Afdhalul du’a Alhamdulillah.

Demikianlah Kiat Sukses Relawan Sedekah versi Kang Puji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*